Selain Terdapat Keutamaan Bulan Dzulhijjah Bagi Masyarakat Banjar Ada Manaqib Ulama Besar Keturunan Rasulullah

Keutamaan Bulan Dzulhijjah
Terkini.id.Banjar -Keutamaan bulan Dzulhijjah

Terkini.id, Banjar – Bulan Dzulhijjah adalah bulan ke-12 Hijriyah. Dalam bahasa Arab Dzul artinya memiliki dan Hijjah artinya Haji. Dinamakan Dzulhijjah karena di bulan ini sejak zaman Jahiliyyah bangsa Arab melaksanakan haji sebagai pelestarian terhadap Nabi Ibrahim AS (Tahdzibul Asma’).

Bulan Dzulhijjah Termasuk bulan mulia di samping bulan Muharram, Rajab, Dzulqaidah dan Dzulhijjah. Sebagaimana di dalam kandungan surah At Taubah Ayat 36 sebagai berikut :

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu dan perangilah kaum musyrik itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian semuanya; dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa

Hadist di bawah ini

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Ayyub, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sirin. dari Abu Bakrah, bahwa Nabi Saw. berkhotbah dalam haji wada’nya. Antara lain beliau Saw. bersabda:Ingatlah, sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya sejak hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun terdiri atas dua belas bulan, empat bulan di antaranya adalah bulan-bulan haram (suci);tiga di antaranya berturut-turut, yaitu Zul Q ‘dah, Zul Hijjah, dan Muharram; yang lainnya ialah Rajab Mudar, yang terletak di antara bulan Jumada (Jumadil Akhir) dan Sya’ban.Lalu Nabi Saw. bertanya, “Ingatlah, hari apakah sekarang?” Kami (para sahabat) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi Saw. diam sehingga kami menduga bahwa beliau akan memberinya nama bukan dengan nama biasanya. Lalu beliau bersabda.”Bukankah hari ini adalah Hari Raya Kurban?” Kami menjawab, “Memang benar.” Kemudian beliau Saw. bertanya, “Bulan apakah sekarang?” Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau Saw. diam sehingga kami menduga bahwa beliau akan memberinya nama bukan dengan nama biasanya. Lalu beliau Saw. bersabda, “Bukankah sekarang ini bulan Zul Hijjah?” Kami menjawab, “Memang benar.” Kemudian beliau Saw. bertanya, “Negeri apakah ini?”Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau Saw. diam sehingga kami men­duga bahwa beliau akan memberinya nama bukan dengan nama biasanya. Lalu beliau Saw. bersabda,“Bukankah negeri ini?”Kami menjawab, “Memang benar.” Setelah itu Nabi Saw. bersabda:Maka sesungguhnya darah dan harta benda kalian —menurut seingat (perawi) beliau mengatakan pula ‘dan kehormatan kalian’diharamkan atas kalian seperti keharaman(kesucian)hari kalian sekarang, dalam bulan kalian, dan di negeri kalian ini. Dan kelak kalian akan menghadap kepada Tuhan kalian, maka Dia akan menanyai kalian tentang amal perbuatan kalian. Ingatlah, janganlah kalian berbalik menjadi sesat sesudah (sepeninggal) ku,sebagian dari kalian memukul (memancung) leher sebagian yang lain. Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikan? Ingatlah, hendaklah orang yang hadir (sekarang) di antara kalian menyampaikan kepada orang yang tidak hadir, karena barangkali orang yang menerimanya dari si penyampai lebih memahaminya daripada sebagian orang yang mendengarnya secara langsung

Bila bulan Ramadhan mempunyai keutamaan 10 di akhir bulan yaitu dengan turunnya Lailatul Qadar, maka bulan Dzulhijjah mempunyai keutamaan di 10 awal bulan Dzulhijjah yaitu dimana perbuatan amal shaleh sangat dicintai Allah SWT bahkan melebihi jihad fi sabilillah.

Sebagaimana Allah SWT bersumpah dalam Al Qur’an surah Al Fajr ayat 1 dan 2 berikut “Demi waktu fajar (1) Dan malam yang sepuluh (2).”

Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada hari dimana amal shaleh pada hari itu lebih dicintai Allah Azza Wa Jalla daripada hari-hari ini yakni 10 awal bulan Dzulhijjah.

Para sahabat menjawab “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?

Rasulullah SAW menjawab “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa, raga dan hartanya kemudian tidak bersisa lagi.” (HR Bukhari)

Konten Bersponsor

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar